Spawn - Wait
CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Tuesday, March 6, 2012

Lesson to be learnt (p/s: sorry for the small image)


Copied from yahoo news: Silence Gun: Strange weapon of the future immediately quiets you, whether you like it or not



This delayed auditory feedback device makes it all but impossible for a human to speak
Ever since humans first invented guns, they've been inventing new uses for them. Some shoot bullets; others shoot lasers. But a strange and unsettling new gun being developed by Japanese researchers shoots sound waves in an effort to disrupt and silence anyone who dares speak out of turn.

The gun operates based on the concept of delayed auditory feedback. An attached microphone picks up the sound being made by the target and plays it back 0.2 seconds later. The effect is incredibly confusing to the human brain, making it all but impossible to talk or hold a conversation. The device doesn't cause the person it's being used on any physical harm — it simply messes with their head.
When the human brain hears its own speech perfectly in sync during normal speech, it easily processes the input and allows you to largely ignore the sound of your own voice. However, by offsetting the response just a bit, the brain hears your mouth speaking as well as the strange echo effect produced by the gun. This unusual combination is confusing enough to effectively shut down the part of your brain responsible for managing speech, and you fall immediately silent.

The first versions of the weapon — if we can even call it that — were dependent on a separate PC to process the input and relay it back to the speaker. However, the second prototype (pictured above) does away with the need for additional hardware and includes all the necessary processing bits within its casing, making it easily portable.

The developers say the gun could be used for seemingly innocuous purposes, such as enforcing rules requiring library patrons to keep quiet. It could also see action during large meetings when it is important that onlookers not disrupt the speaker; anyone who fancies a noisy outburst would immediatley be silenced by the high-tech handheld.
 
The free speech implications of the speech jammer are somewhat disconcerting: A protestor or speaker at a political rally could be easily silenced just for having unpopular views. Political rallies and other protest gatherings could easily be quieted by the strange gun, should law enforcement or other agencies decide to equip themselves with the technology.

Tuesday, September 20, 2011

Online gamers crack AIDS enzyme puzzle


Online gamers have achieved a feat beyond the realm of Second Life or Dungeons and Dragons: they have deciphered the structure of an enzyme of an AIDS-like virus that had thwarted scientists for a decade.

The exploit is published on Sunday in the journal Nature Structural & Molecular Biology, where -- exceptionally in scientific publishing -- both gamers and researchers are honoured as co-authors.



Their target was a monomeric protease enzyme, a cutting agent in the complex molecular tailoring of retroviruses, a family that includes HIV.



Figuring out the structure of proteins is vital for understanding the causes of many diseases and developing drugs to block them.





But a microscope gives only a flat image of what to the outsider looks like a plate of one-dimensional scrunched-up spaghetti. Pharmacologists, though, need a 3-D picture that "unfolds" the molecule and rotates it in order to reveal potential targets for drugs.



This is where Foldit comes in.



Developed in 2008 by the University of Washington, it is a fun-for-purpose video game in which gamers, divided into competing groups, compete to unfold chains of amino acids -- the building blocks of proteins -- using a set of online tools.



To the astonishment of the scientists, the gamers produced an accurate model of the enzyme in just three weeks.



Cracking the enzyme "provides new insights for the design of antiretroviral drugs," says the study, referring to the lifeline medication against the human immunodeficiency virus (HIV).



It is believed to be the first time that gamers have resolved a long-standing scientific problem.



"We wanted to see if human intuition could succeed where automated methods had failed," Firas Khatib of the university's biochemistry lab said in a press release. "The ingenuity of game players is a formidable force that, if properly directed, can be used to solve a wide range of scientific problems."



One of Foldit's creators, Seth Cooper, explained why gamers had succeeded where computers had failed.



"People have spatial reasoning skills, something computers are not yet good at," he said.



"Games provide a framework for bringing together the strengths of computers and humans. The results in this week's paper show that gaming, science and computation can be combined to make advances that were not possible before."

Saturday, June 4, 2011

Attention!!?


I will try to keep my blog up to date after this..thanks for all of your comments regarding my blog..i will start to write new, exciting posts which is originally written by me..that is after SPM and mostly when i went into the university..thanks again for your support and comments..it have made me more excited to update my blog again..p/s: spread the words of my blog to your friends around the globe..

Saturday, January 15, 2011

Cerita Lucu : Masih Bayar

Anak : Ayah, kena bayar berapa wang mas kahwin kalau mau menikah?

Ayah : Sambil memperhatikan wajah anak lelakinya yang kecil itu.

Entahlah nak, kerana sampai sekarang Ayah masih lagi bayar kepada ibumu

Cerita Lucu : Tiga Kemungkinan

Malam menjelang ujian, seorang mahasiswa melempar undi dengan koin.

"Kalau muncul gambar, saya akan tidur; kalau angka, saya akan nonton teve.

Kalau koin ini bisa berdiri, saya akan belajar."

Cerita Lucu : Bahasa Inggeris

Ayah: Apasal B.I kamu nie asyik dapat kosong jer...! Apasal hah?
Anak: Eh, ayah! Tu bukan kosong. Tadi cikgu adik dah kasi bintang banyak kat bebudak lain. Ada dapat 5 bintang la, 4 bintang la. Bila giliran adik jer, bintang dah abis. Sebab tu cikgu bagi kat adik bulan.

Saturday, December 11, 2010

Bayang-bayang - adapted from iluvislam.com

Dunia hari ini cukup pantas. Tidak sempat untuk dikejar. Perubahan yang melanda cukup deras. Siapa yang perlahan, nampaknya akan ketinggalan. Tapi itu kalau dunia yang kita kejar.

Kata Mr. X,
"Dunia is like a shadow, if you try to grab it, you won't be able to do so, but if you turn your back towards it, it has no choice but to follow you."

Namun harus diingat, bukanlah tidak mengejar dunia bermaksud kita mengasingkan diri dari masyarakat. Pergi beruzlah di dalam gua nun jauh di hutan sana. Tidak mahu bercampur dengan masyarakat dek kerana banyaknya maksiat. Ingat pesan ulama, orang yang bahagia di akhirat adalah orang yang paling sibuk di dunia!

Masih kita berbicara tentang 'pantas' ataupun 'segera'. Kita semua ingin sesuatu dengan segera. Sukar untuk ditunggu. Semuanya ingin cepat sahaja. Mee maggi cepat dimasak enak dimakan - demikian lagu iklan suatu ketika dahulu.

Sekadar peringatan, kehidupan kita tidak 'sesegera' itu. Untuk kita menjadi diri kita hari ini, ia memerlukan masa bertahun-tahun. Untuk sesorang itu berjaya dalam SPM, kebiasaannya ia memerlukan masa 17 tahun lamanya.

Pendek kata, kehidupan ini adalah satu proses. Proses memerlukan masa dan komitmen. Lebih menarik lagi, jika sesuatu itu adalah 'proses', maka semua orang boleh melakukannya. Contoh mudah; masak nasi adalah satu proses. Siapa pun kita, andai kita belajar proses memasak nasi, insyaAllah, hasilnya nasi bukan maggi.

Mari kita tutup dengan sambungan bicara Mr. X,
"Kita ada proses untuk ke neraka dan proses untuk ke syurga. Prosesnya tidak sama. Ramai orang kata saya hendak masuk syurga tapi prosesnya menuju ke neraka. Pelik tapi benar. Semacam orang hendak minum kopi tapi dibuatnya nescafe. Maka tepuk dada, tanya jiwa, anda melalui proses yang mana?"

Kita Bukan Hipokrit - adapted from iluvislam.com

"Eleh, kau pakai tudung pun bukannya ikhlas. Hipokrit!"
"Bajet baik la konon nak nasihat aku! Munafik la weyh!"
"Eh, sejak bila jadi pak lebai ni? Dah pandai cakap halal haram ni? Munafik betul!"

Sakit telinga mendengar. Sakit lagi dalam hati. Kerana itu, ramai yang tersungkur. Hasrat mahu berubah, terkubur hanya kerana 'suara keldai' ini. Inilah cabaran orang yang mahu berubah. Pasti dia akan terdengar cakap-cakap buruk dari manusia sebangsa dan seagama dengan mereka ini.

Persoalan saya, adakah orang yang mahu berubah itu orang hipokrit?
Tidak! Sama sekali bukan munafik orang yang mahu berubah. Sebaliknya, tindakan untuk berubah itu tindakan orang bijak dan berani.
Maka, izinkan saya menyatakan penghargaan saya kepada anda yang sedang berusaha untuk berubah. Anda seorang wira! Anda seorang pejuang! Dan anda seorang yang cantik di mata Tuhan.

Janganlah berhenti. Dalam banyak tempat dalam Al-Quran, Allah menyatakan bahawa manusia akan diuji. Diuji, dan terus diuji hingga diyakini, siapa yang dalam kalangan kita yang benar-benar 'bulat' hatinya untuk mencari wajah-Nya.
Ujian ini Allah timpakan kepada kita seperti tangga. Selepas kita memanjat satu tangga, kita akan memanjat satu lagi. Kemudian, satu lagi, dan satu lagi. Hinggalah kita mencapai puncak iaitu wajah redha-Nya. Antara ujian yang paling berat ialah penerimaaan masyarakat, ahli keluarga dan kawan-kawan kita.

Bagi yang lemah, pasti mereka akan berhenti memanjat hanya kerana label munafik atau hipokrit yang diberikan orang. Tuduhan yang tersangat salah! Saya tertarik dengan satu hadis:
Rasulullah s.a.w telah bersabda yang maksudnya: "Bacalah al-Quran dan menangislah, dan jika tidak boleh menangis buat-buatlah menangis" - Hadis riwayat At-Tabrani.
Saya paling tertarik dengan perkataan 'buat-buatlah menagis'. Bukankah pada zahirnya, 'buat-buat' tu bererti berlakon? Adakah kita mahu menipu Allah?

Tidak. Sama sekali tidak. Sesungguhnya Allah itu Maha Tahu dan Paling Faham akan manusia. Dia tahu, bahawa untuk manusia menjadi hamba yang baik, dia tidak akan dapat terus jadi baik. Dia harus melalui proses yang panjang. Sedikit demi sedikit, perubahan akan berlaku.

Allah tahu segalanya. Dia tahu bahawa kita ada limit atau batasan. Kita tidak akan mampu terus berubah dengan mendadak. Kita hanya akan mampu berubah, sedikit demi sedikit. Kerana itu, Allah tak memberatkan kita dengan 'mesti menangis', sebaliknya Allah sediakan kita
keringanan, jika kita tak mampu, buat-buatlah menangis.

Dengan erti kata lain, jika kita tidak mampu jadi manusia yang terbaik, maka kita latihlah diri menjadi manusia yang baik! Lama-kelamaan, pasti kita akan dapat jadi yang terbaik. Bukankah mentol yang ada pada hari ini adalah hasil daripada ratusan kegagalan Thomas Edison? Saya pasti, kalau Thomas Edison berjiwa kecil, pasti dia akan putus asa apabila dicaci.
Untuk mencapai kesempurnaan iman, jangan takut mencuba menerima cacian.

Kesimpulan
Jangan peduli cakap orang. Bukankah kita mahu berubah kerana Allah? Allah pasti akan suka, jika kita mahu berubah. Cuma syaitan saja yang tak suka. Jadi, rasanya tidak melampau jika saya kata manusia yang menghalang orang buat baik, dia tu macam syaitan. Ada bantahan?
Selepas ini, jika ada lagi orang kata 'kau munafik', maka balaslah, "So what?"

Tuesday, November 23, 2010

Kenapa Qabil Bunuh Habil


Sebuah kisah dicatatkan oleh Allah s.w.t dalam Al-Quran untuk menjadi pelajaran untuk umat manusia sepanjang zaman. Habil dan Qabil adalah dua beradik. Mereka berdua merupakan anak kepada nabi 
Allah Adam a.s.
Namun mereka berdua bergaduh bukan kerana perkara dunia tetapi kerana ibadah seorang daripada mereka diterima Allah dan seorang lagi ditolak.
Pada zaman itu Allah s.w.t menentukan peraturan dalam persembahan untuk memperdekatkan diri kepada Allah. Mengikut riwayatnya jika persembahan  itu diterima Allah s.w.t, akan datang api dari langit yang akan menjilatnya.
Itulah peristiwa yang berlaku kepada Qabil dan Habil. Oleh kerana Qabil mengemukan persembahan yang disebut qurban yang tidak elok, lalu qurbannya tidak diterima Allah s.w.t.
Allah s.w.t menerima persembahan Habil dan menolak persembahan Qabil. Kejadian itu menyebabkan Qabil dengki kepada Habil dan membunuhnya.
Begitulah pengajaran yang boleh kita belajar disini. Kadang berlaku persaingan keji oleh kononnya satu pertubuhan dakwah terhadap pertubuhan dakwah yang lain, sanggup melakukan apa sahaja usaha untuk mematikan dan menghalang perkembangan pertubuhan yang lain.
Ia bukan kerana merebut harta dunia, tetapi dengki melihat pertubuhan lain lebih maju, berkembangan dan diberkati oleh Allah dari pertubuhnnya. Lalu ia melakukan berbagai ikhtiar untuk mensabotaj kerja-kerja dakwah yang dilakukan oleh kumpulan lain. Ini akhlak pendokong dakwah yang mewarisi akhlak datuk mereka Qabil.
Qabil sepatutnya memperbetulkan amalnya dan mengemukan amal yang berkualiti kepada Allah s.w.t supaya Allah menerima persembahannya, bukan berdengki dengan Habil dan bertindak membunuhnya.
Demikianlah sepanjang sejarah sifat orang hatinya berpenyakit,  sentiasa berdengki dan berusaha memusnahkan kejayaan orang lain,  bukan kembali kepada dirinya mengikhlaskan hati dan memberbaiki amalan supaya ia menjadi lebih baik dan diterima Allah.
Pengajaran yang menarik juga yang ditunjukkan dalam kisah ini ialah sikap Habil yang tidak mengikut rentak Qabil, "Kalau kamu hulur tangan untuk membunuhku, aku tidak akan menghulur tangan untuk membunuhmu."
Kita tidak perlu menghalang dakwah orang lain untuk kita berjaya... yang betul ialah bersihkan hati daripada sebarang penyakit hasad dan perbetulkan amal kita barulah persembahan kita berkembang dan diterima Allah s.w.t.

Lucu Lawak

Man: Bapa aku hebat. Dia polis. Semua orang takut ngan dia.
Ali: Eleh, bapa aku lagi terer. Kalau dia suruh orang tunduk, mesti orang tu tunduk.
Man: Wow! Bapa kau keja apa?
Ali: Tukang gunting rambut.

Friday, October 29, 2010

Koleksi Cerita Lucu: Nenek Oh Nenek

Abu (nama samaran) bagitau tunang dier Siti (juga nama samaran) teringin nak


jumpa nenek Siti. Satu hari, Siti berkesempatan memperkenalkan Sam kepada neneknya.

Sambil duduk menunggu, Abu mengunyah kacang hazelnut sampai abis semangkuk.

Nenek Siti keluar lalu Abu bersalam dengan sopan santunnya sambil berkata, "Maaflah nek,

abis semangkuk hazelnut tu saya makan tadi." Dengan selamba ala salesman budak-budak

pakai tie jual calculator, nenek Siti berkata, "Takpe, Siti memang suka sangat bawakan nenek

coklat kacang hazelnut ni. Gigi nenek takde dah, jadi nenek isap je la coklatnya. Kacangnya nenek

tinggalkan kat mangkuk tu."

Kalau Allah Itu Maha Baik, Kenapa Buat Neraka - dipetik dari iluvislam.com

 

Ini kisah benar.. Kisah seorang gadis Meayu, beragama Islam, tapi cetek pengetahuan tentang agama.


Ceritanya begini, di sebuah negeri yang melaksanakan dasar 'Membangun Bersama Islam', kerap kali pihak berkuasa tempatan menjalankan pemeriksaan mengejut di premis-premis perniagaan dan kompleks beli-belah, untuk memastikan para pekerja di premis berkenaan menutup aurat.

Saya tidak pasti berapa jumlah denda yang dikenakan sekiranya didapati melakukan kesalahan, tapi selalunya mereka akan diberi amaran bagi kesalahan pertama, dan didenda jika didapati masih enggan mematuhi garis panduan yang ditetapkan.

Lazimnya dalam setiap operasi sebegini, seorang ustaz ditugaskan bersama dengan para pegawai pihak berkuasa tempatan.

Tugasnya adalah untuk menyampaikan nasihat secara berhemah, kerana hukuman dan denda semata-mata tidak mampu memberi kesan yang mendalam.

Dalam satu insiden, ketika operasi yang dijalankan sekitar 2005, seorang gadis yang bekerja di salah satu lot premis perniagaan di sebuah pasaraya telah didapati melakukan kesalahan tidak menutup aurat.

Maka dia pun kena denda.

Setelah surat saman dihulurkan oleh pegawai PBT, ustaz ni pun bagi la nasihat, "lepas ini diharap saudari insaf dan dapat mematuhi peraturan.

Peraturan ni bukan semata-mata peraturan Majlis perbandaran, tapi menutup aurat ni termasuk perintah Allah. Ringkasnya, kalau taat segala perintahNya, pasti Dia akan membalas dengan nikmat di syurga.

Kalau derhaka tidak mematuhi perintahNya, takut nanti tidak sempat bertaubat, bakal mendapat azab di neraka Allah.

Tuhan Maha Penyayang, Dia sendiri tidak mahu kita campakkan diri ke dalam neraka."

Gadis tersebut yang dari awal mendiamkan diri, tiba-tiba membentak "Kalau Tuhan tu betul-betul baik, kenapa buat neraka?

Kenapa tidak sediakan syurga sahaja? Macam itu ke Tuhan Maha Penyayang?" Mungkin dari tadi dia sudah panas telinga, tak tahan dengar nasihat ustaz. Sudah la hati panas kena denda sebab dia tak pakai tudung.

Ustaz tu terkedu sekejap. Bahaya budak ni. Kalau dibiarkan boleh rosak akidah dia.

Setelah habis gadis tu membebel, ustaz tu pun jawab: "Dik, kalau Tuhan tak buat neraka, saya tak jadi ustaz.

Berapa sen sangat gaji saya sekarang. Baik saya jadi tokey judi, atau bapa ayam.

Hidup senang, lepas mati pun tak risau sebab gerenti masuk syurga.

Mungkin awak ni pun saya boleh culik dan jual jadi pelacur.

Kalau awak nak lari, saya bunuh je. Takpe, sebab neraka tak ada. Nanti kita berdua jumpa lagi kat syurga. Kan Tuhan tu baik?"

Gadis tu terkejut. Tergamak seorang ustaz cakap macam tu? Sedang dia terpinga-pinga dengan muka confused, ustaz tu pun jelaskan:

"Perkara macam tadi akan berlaku kalau Tuhan hanya sediakan syurga. Orang baik, orang jahat, semua masuk syurga.

Maka apa guna jadi orang baik? Jadi orang jahat lebih seronok. Manusia tak perlu lagi diuji sebab semua orang akan 'lulus' percuma.

Pembunuh akan jumpa orang yang dibunuh dalam syurga. Perogol akan bertemu lagi dengan mangsa rogol disyurga.

Selepas tu boleh rogol lagi kalau dia nak. Tak ada siapa yang terima hukuman. Sebab Tuhan itu 'baik'.

Adakah Tuhan macam ni yang kita nak? Awak rasa, adil ke?" Tanya ustaz.

"Mana adil macam tu. Orang jahat takkan la terlepas macam tu je." Rungut si gadis.

Ustaz tersenyum dan menyoal lagi: "Bila tuhan tak adil, boleh ke dianggap baik?"

Gadis tu terdiam.

Ustaz mengakhiri kata-katanya:

"Adik, saya bagi nasihat ni kerana kasih sesama umat Islam. Allah itu Maha Penyayang, tapi Dia juga Maha Adil.

Sebab tu neraka perlu wujud. Untuk menghukum hamba-hambaNya yang derhaka, yang menzalimi diri sendiri dan juga orang lain.

Saya rasa awak dah faham sekarang. Kita sedang diuji di atas dunia ni.

Jasad kita bahkan segala-galanya milik Allah, maka bukan hak kita untuk berpakaian sesuka hati kita.

Ingatlah, semuanya dipinjamkan olehNya, sebagai amanah dan ujian.

Semoga kita dapat bersabar dalam mentaati segala perintahNya, untuk kebaikan diri kita juga."

Ikhlas

Ikhlas ialah kedudukan paling tinggi selepas iman. Ikhlas adalah rahsia Tuhan sehinggakan para malaikat pun tidak tahu dan yang empunya diri pun tidak dapat mengesannya. Ia juga adalah penentu samada amalan diterima atau ditolak.


Terdapat para sahabat yang apabila mendengar tentang ikhlas mereka akan menangis. Mereka berasa tidak selamat dan tidak mungkin dapat memperolehi Ikhlas kerana begitu tingginya nilaian untuk mendapat sifat ikhlas.

Islam tidak membenarkan seseorang mengaku ikhlas. Sesiapa yang mengaku ikhlas walaupun sebelum ini ikhlas maka secara automatik keikhlasannya terbatal.

Contoh-contoh yang dikatakan mengaku ikhlas ;

Membantu seseorang sambil berkata,

" Ambillah, saya ikhlas. "

Menolong seseorang tapi pertolongannya ditolak,

" Saya tolong awak ini ikhlas tetapi sedih kerana awak menolak. "

Dalam menulis surat kita selalu mengakhiri dengan tandatangan,

" Yang Ikhlas " atau " Yang Benar "

Dalam Islam, mengaku baik adalah salah. Tiada sesiapa yang mengetahui yang ikhlas sekalipun yang empunya diri. Tiada sesiapa yang berhak mengaku ikhlas. Cuma berusaha moga-moga jadi ikhlas dan moga-moga diterima Allah.

Erti Ikhlas :

Murni, bersih, jenisnya sahaja dan tidak bercampur jenis-jenis yang lain. Tidak dinodai seperti air yang tidak bercampur dengan sabun, tepung kerana apabila sudah bercampur dengan benda lain ianya sudah tidak tulen lagi.

Begitulah dalam beramal, solat, zakat, membaca Al-Quran, mengajar, berdakwah, menolong, motivasi, forum, ceramah, belajar semuanya semata-mata kerana Allah: kerana suruhan-Nya kerana keredhaan-Nya kerana arahan-Nya kerana mentaati-Nya kerana patuh pada-Nya.

Jadi, perkara di atas adalah dari sebab atau kerana-Nya yang satu. Tujuannya hanya satu, dan didorong oleh yang satu iaitu Allah. Mengabdikan diri kerana Allah dan tidak dicampur atau bercampur selain Allah. Itulah ikhlas, dorongannya hanya satu.

Sekiranya niat atau dorongannya telah tercampur atau terselit niat-niat yang lain selain Allah seperti riak, megah, glamor, pangkat, takut orang tidak suka, undi, uji kemampuan, hendak berlawan, hendakkan piala, hadiah, kerana kawan - maka keikhlasannya telah ternoda.

Untuk ikhlas, sebenarnya amat susah sekali terutama yang ada kaitan kepentingan umum atau orang ramai yakni yang terdedah kepada pandangan umum seperti berdakwah, mengajar, gotong-royong, forum, upacara memberi hadiah - lebih-lebih lagi orang yang tidak memikirkan hati lalu hati dibiar dan terbiar.



Khususul Nafs :

kepentingan diri seperti ingin popular, disedari atau tidak kerana kurang menyuluh hati. Awal-awal lagi nawaitu (niat) telah rosak seperti membuat rumah di atas lumpur.

Ada tiga jenis kerosakan yang berlaku pada 3 jenis kedudukan:

awal


pertengahan

akhir


Kerosakan awal contohnya seperti berdakwah. Sebelum memberi ceramah, hati kecilnya berkata ;

" Inilah masanya nak jadi popular. "

" Aku akan jadi terkenal. "

" Dengan ceramah ini dapatlah duit poket. "
Ada juga yang berniat untuk menghentam seseorang atau golongan tertentu sebelum berceramah, akibatnya rosaklah ikhlasnya ibarat orang yang melukis di atas air.
Kerosakan pertengahan pula contohnya niat untuk berceramah sudah baik tetapi sewaktu berceramah, ada pendengar yang angguk-angguk atau ada yang menangis kerana mendengar ceramah yang memberi kesan itu hingga hati kecil kita berkata ;

" Hebat juga aku hingga ada orang boleh terima ceramah ini dan ada pula yang menangis. "

Kerosakan akhir pula contohnya niat dan sewaktu berceramah tidak ada apa-apa yang rosak, berjalan dengan baik tetapi sewaktu balik dari berceramah ada kawan yang datang bersama di dalam kereta berkata ;

" Hebat betul ceramah ustaz tadi hingga ada yang menangis. "

Waktu itu maka datanglah rasa riak hingga lupa semuanya itu datang dari Allah jua. Sepatutnya ia merasa malu kerana ini semua bukan dari dirinya tetapi hakikatnya dari Allah. Orang begitu ibarat membangunkan rumah, tiba-tiba apabila siap sahaja rumah itu runtuh menyembah bumi.
Orang ramai yang mendengar ceramah tersebut juga tidak berubah sebab hati sudah cacat. Mereka memuji kita, tetapi tetap tidak berubah sebab mempunyai rasa riak. Sifat takwa sudah ternafi. Oleh itu buatlah kerja-kerja dengan penuh tawadhuk, takut dan cemas samada diterima amalan kita atau ditolak.

Balaslah Kajahatan dengan Kebaikan

Di satu sudut pasar Madinah Al- Munawarah ada seorang pengemis Yahudi buta. Hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya dia selalu berkata, "Wahai saudaraku janganlah kamu dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya."



Namun tanpa disedari pengemis Yahudi buta, setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan. Tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Begitulah yang dilakukan oleh baginda pada setiap hari sehinggalah ke saat kewafatannya.

Setelah kewafatan Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari Abu Bakar Radhiallahu Anhu (RA) berkunjung ke rumah anaknya Aisyah. Beliau bertanya kepada anaknya, "Anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?"

Aisyah menjawab pertayaan ayahnya, "Wahai ayahanda, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayahanda lakukan kecuali satu sunnah saja."

"Apakah itu?", tanya Abu Bakar RA.

"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana," kata Aisyah.

Keesokan harinya Abu Bakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Beliau mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya.

Ketika Abu Bakar RA mulai menyuapkan nasi, si pengemis itu marah sambil berteriak, "Siapakah kamu?"

Abu Bakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa."

"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku," jawab si pengemis buta itu.

"Apabila dia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapkan aku tetapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut," pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar RA tidak dapat menahan air matanya. Beliau menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu, aku adalah salah seorang daripada sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada lagi. Beliau adalah Muhammad Rasulullah SAW."

Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar RA, dia pun menangis dan kemudian berkata, "Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya dan memfitnahnya. Dia tidak pernah memarahiku walau sedikit pun, malah dia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi. Dia begitu mulia.."


Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadah dihadapan Abu Bakar RA.

10 Pembasuh Dosa & Penawar

Hassan al-Basri r.a. berkata: "Ketika saya berkeliling di jalan-jalan kota Bashrah dan di pasarnya dengan seorang pemuda ahli ibadah, tiba-tiba saya melihat seorang tabib yang sedang duduk di atas kerusi."
 Dia dikelilingi oleh laki-laki, perempuan dan anak-anak.

Di tangan mereka masing-masing terdapat gelas yang berisi air. Mereka meminta petua dan ubat untuk penyakitnya.

Kemudian, pemuda yang bersamaku maju ke depan tabib, lalu dia berkata:

"Wahai tabib, apakah kamu punya ubat yang mampu membersihkan dosa dan menyembuhkan penyakit hati? "Kemudian, si tabib itu menjelaskan:
"Ambillah sepuluh macam ramuan:



1.Ambillah akar pohon fakir bersama akar-akar pohon tawaddhu' (kerendahan hati),

2.Campurkanlah padanya tumbuhan taubat,

3.Taruhlah ke dalam bekas keredhaan,

4.Tumbuklah dengan penumbuk qana'ah,

5.Masukkan dalam kuali taqwa,

6.Lalu tuangkanlah padanya air malu,

7.Didihkanlah dengan api mahabbah,

8.Tuangkanlah ke dalam gelas syukur,

9.Kemudian kipaslah dengan kipas harapan,

10.Lalu minum dengan sudu pujian.

Sesungguhnya jika kamu mengerjakan hal itu, maka akan menjadi ubat bagimu dari semua penyakit dan bencana di dunia dan di akhirat." - Dipetik daripada Kitab Nashaihul 'Ibad, Imam Nawawi

Thursday, October 28, 2010

Koleksi Cerita Lucu: Pertama Kali Dibedah

Seorang pesakit yang akan dibedah terbaring di katil bilik bedah dengan muka yang pucat. Seorang doktor bedah muda masuk sambil menyapa pesakit tersebut dengan ramah.
"Awak kelihatan takut sekali, jangan bimbang, semuanya akan berjalan dengan baik dan lancar, jadi tabahkan hati mu..."

"Bagaimana tidak takut doktor, seumur hidup, inilah kali pertama saya dibedah."

"Sama-sama, saya juga kali pertama buat pembedahan, saya sama sekali tidak merasa takut..."



Koleksi Cerita Lucu: Gajah mati

Seorang pengurus sebuah Zoo mendapat panggilan telefon mengenai kematian seekor gajah di Zoo tersebut. Sebagai langkah pemeriksaan, pengurus tersebut telah pergi ke kandang gajah tersebut dan mendapati ada seorang lelaki menangis bersebelahan dengan bangkai gajah tersebut.

Pengurus : Sebagai penjaga gajah, saya faham kesedihan yang kamu tanggung kerana apabila haiwan yang kita bela sudah mati.

Lelaki : Saya bukan penjaga gajah ini, tuan. Tetapi sayalah yang ditugaskan untuk menggali kubur dan menanamnya.

Saturday, August 28, 2010

The Ultimate Goal

Oh ALLAH
You are our Master
You are our Worship
You are our God


You've created everything


We are created by you
We lived for you
We serve just for you


For that we belong to you


Forever we than you
           Forever we are in your debt
No matter how hard we tried
           We are still in your debt


All our lives
We've been digging for the truth
Evading all the lies
That surround us
In every section of the earth


Every inch of time
We are seeking your pleasure
We are seeking your Redha


Yes, that is our ultimate goal
We're trying so hard to achieve

           The Ultimate Goal
           The Ultimate Victory
           The Ultimate Triumph


If, and only IF you've granted your Redha
We would not ask for anything else

Because we know when we achieved this goal
We can resolve other things to be dealt with.

Beginikah Kita

Beginikah kita

Insan lalai dan leka
Mudah terpedaya dan percaya
Pada hasutan syaitan durjana
Untuk mengisi kekosongan neraka.

Beginikah kita
Ingat Allah hanya seketika masa
Bila miskin bila derita
Bila susah tiada upaya
Bila duka datang nestapa.

Beginikah kita
Insan bergelar khalifah di bumi
Ada masa ketika mengadap Ilahi
Ada masa kelupaan menghiasi diri
Tak sedikit pun ambil peduli
Merasa diri pasti belum mati.

Beginikah kita
Impian besar mendiami syurga
Nafsu syaitan masih didamba
Mudah leka keasyikan dunia
Segala kewajipan hanya sekadar tika
Umpama melepas batuk di tangga
Yang menanti, yang terbuka
Bakaran api kepanasan neraka
Bertaubatlah kita sebelum ajal tiba.


Dipetik daripada majalah 'Solusi' isu no. 21

Karya zamganu77

Top 3 posts